Bagikan
Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Sutrisman, didampingi Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa (kedua dan kesatu dari kanan), menyaksikan penandatanganan MoU pemberian ketrampilan menjahit dan finishing mebel untuk warga binaan Rutan Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Indonesia, kini memberikan pelayanan kuliah bagi warga binaan atau narapidana yang tengah menjalani hukuman. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM, memberikan pelayanan pendidikan jenjang universitas bagi para warga bianaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang. ”Begitu keluar dari Lapas, warga binaan meraih gelar SH (Sarjana Hukum),” tegas Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Sutrisman.

Penegasannnya ini, Senin (11/3), disampaikan saat memberikan sambutan acara pembukaan pelatihan warga binaan di aula Rutan Wonogiri, yang ditandai pemukulan gong sebanyak lima kali. Setelah sebelumnya, diawali penandatanganan MoU dengan Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Joko Pramono, Kepala Disnaker Wonogiri, Ristanti dan Kepala Rutan Wonogiri, Urip Dharmayoga.

Ikut hadir Kepala Divisi Pemasyarakatan Jateng, Marasidin, Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa, Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno, Kejari Wonogiri Dodi Budi Kelana bersama jajaran Forkompinda, Sekda Wonogiri, Suharno, Kepala Dinas Pertanian Pangan, Safuan, Kapolsekta Wonogiri, AKP Budiyono, bersama Forkompincam dan para Kepala UPT Rutan serta para Kepala Rubasan se Solo Raya. Acara ini, dimeriahkan dengan sajian seni karawitan yang dimainkan para warga binaan, dan drum band TK Pengayoman peraih juara pertama festival drum band Wonogiri.

Kepala Rutan Wonogiri, Urip Dharmayoga, menyatakan, saat ini Rutan Kelas II-B Wonogiri dihuni sebanyak 340 warga binaan termasuk tahanan. MoU yang dilakukan bersama Disnaker dan BLK Wonogiri, menyangkut pembimbingan ketrampilan menjahit dan finishing mebel untuk para warga binaan. Ini dilakukan dalam upaya memberikan ketrampilan kepada warga binaan, agar kelak dapat dijadikan bekal ketika kembali ke masyarakat.

Bersamaan itu, Rutan Wonogiri juga menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian Wonogiri membudidayakan tanaman jagung dan hortikultura jenis sayur mayur. Dalam kesempatan ini, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Sutrisman, bersama rombongan dan Wakil Bupati Edy Santosa, memimpin panen raya jagung hibrida di kebun Rutan, yang produksinya mencapai 7,5 ton jagung pipilan per Hektare. Pihak Rutan Wonogiri memohon ada bantuan mesin pompa penyedot air dari Sungai Bengawan Solo, agar budidaya pertanian dapat dilakukan sepanjang musim.

Terkait dengan perkuliahan warga binaan, Kakanwil Sutrisman, menyatakan, di Lapas Tangerang kini memiliki sebanyak 33 mahasiswa. Pelayanan pendidikan jenjang perguruan tinggi ini, terwujud berkat adanya kerjasama dengan pihak universitas, yang berkenan membuka perkuliahan di Lapas. ”Kalau sekiranya ada warga binaan di Rutan Wonogiri yang memenuhi syarat untuk kuliah lagi, kiranya nanti dapat kami kirimkan ke Lapas Tangerang,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Kakanwil didampingi Kepala Rutan Wonogiri Urip Dharmayoga dan Wakil Bupati Edy Santosa, berkenan menyerahkan bantuan gerobak dorong untuk peralatan kerja berdagang bagi Sibinu yang telah dinyatakan bebas bersyarat. ”Saya menjalani hukuman selama 5 tahun satu bulan, karena kasus UUPA,” jelas Sibinu.(SMNet.Com/bp)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here