Bagikan
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbud, memukul gong untuk menandai acara deklarasi warga desa menjadi pengawas Pemilu partisipatif. Ini dilakukan di Desa Kerjolor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)
WONOGIRI – Warga Desa Kerjolor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, pimpinan Kepala Desa (Kades) Dwi Setyawan, mendeklarasikan siap mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu serentak Tahun 2019. Yakni dengan tampil menjadi pengawas Pemilu partisipatif, demi mewujudkan Pemilu yang aman, damai, bersih dan bermartabat. Terkait ini, warga menyatakan siap menolak politik uang, berita hoax dan isu SARA.

Untuk memeriahkan acara penyampaian deklarasi tersebut, ikut ditampilkan kesenian reog dadak merak dan dihadiri oleh hampir semua penduduk di wilayah Desa Kerjolor. Ikut hadir, jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri pimpinan Ali Mahbud, Camat Ngadirojo Agus Hendradi bersama jajaran Forkompincam, dan pejabat terkait serta para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan para pemuka masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Ali Mahbud, Senin (8/4), menyatakan, Desa Kerjolor Kecamatan Ngadirojo, merupakan desa ketiga yang mendeklarasikan diri sebagai desa pengawas Pemilu partisipatif di Kabupaten Wonogiri. ”Sebelumnya, ada dua desa di Kecamatan Jatipurno, yakni Desa Jeporo dan Desa Kembang yang juga mendeklarasikan sebagai desa pengawas Pemilu partisipatif,” jelas Ali Mahbud.

Kemunculan desa-desa yang mendeklarasikan sebagai desa pengawas Pemilu partisipatif ini, merupakan gejala positif adanya sikap tanggap dari warga masyarakat. Utamanya dalam ikut serta mewujudkan pelaksanaan Pemilu agar terjauhkan oleh tindakan negatif, termasuk terhadap ancaman bahaya laten politik uang yang dapat dilancarkan bersamaan dengan aksi serangan fajar. Ketegasan menolak money politics, itu tercermin dari isi deklarasi yang dibacakan oleh Kades Kerjolor, Dwi Setyawan, yang kemudian ditirukan oleh semua warga yang hadir.

Ali Mahbud, menyatakan, kemunculan sikap partisipatif warga masyarakat desa tersebut, akan memberikan nilai positif dalam pelaksanaan pengawasan jalannya pesta demokrasi bangsa. ”Pengawasan perlu dilakukan oleh semua warga, dalam upaya mengantisipasi dini terhadap kemunculan segala bentuk potensi pelanggran. ”Sehingga bentuk-bentuk pelanggaran Pemilu dapat dicegah dan dihindarkan sedini mungkin,” tegas Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbud, sembari menambahkan agar Pemilu dapat berjalan damai, aman, bersih dan bermartabat serta terjauhkan dari tindakan pelanggaran.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here