Bagikan
Jambore PKH untuk pertamakalinya digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri. Dengan tema sehat, pintar dan mandiri. Diikuti dua ribu perserta, diantaranya ada yang tampil nyentrik mengenakan kostum Anoman.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Sebanyak 14 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), masuk dalam kategori kabupaten merah, terkait dengan tingginya potensi penduduk miskin. ”Tapi Kabupaten Wonogiri, tidak termasuk dalam 14 kabupaten merah,” tegas Kabid Perlindungan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jateng, Sardjimo. Penegasannya ini, disampaikan, Selasa (9/4), tatkala tampil mewakili Kepala Dinsos Provinsi Jateng, dalam upacara pembukaan Jambore Program Keluarga Harapan (PKH) di Alun-alun Giri Krida Bakti, depan Kantor Bupati Wonogiri.

Menurut Sardjimo, Provinsi Jateng masih memiliki sebanyak 3,9 juta penduduk miskin. Jumlah ini, mencapai 11,32 persen dari total penduduk Jateng. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,5 juta penduduk ditangani melalui Program Keluarga Harapan (PKH), dan ada sebanyak 194 ribu penduduk yang kemudian berhasil terentaskan dari lilitan kemiskinan. ”Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kabupaten Wonogiri yang telah berhasil melaksanakan PKH dalam percepatan pengurangan penduduk miskin,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa Wonogiri menjadi kabupaten yang berhasil memberikan kontribusi besar dalam melakukan pengurangan pengentasan kemiskinan penduduk.

Upacara pembukaan Jambore PKH, ditandai pemukulan gong oleh Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa didampingi jajaran Forkompinda dan Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono. Mewakili Bupati Wonogiri, Wakil Bupati (Wabup) Edy Santosa, menyatakan, PKH diberlakukan sejak Tahun 2011. Awalnya terbatas pada sebanyak 9.112 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 19 kecamatan, dan kemudian ditingkatkan menjadi sebanyak 42.124 KPM di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri. ”Dengan mendapatkan bantuan PKH sebanyak Rp 73,3 miliar dari APBN, yang didukung bantuan dana operasional dari APBD sebanyak Rp 300 juta,” tegas Wabup Edy Santosa.

Wabup Edy Santosa, menegaskan, dampak dari PKH tersebut, ikut mempercepat pengentasan kemiskinan penduduk Kabupaten Wonogiri dari semula sebanyak 12 persen menjadi Rp 10,75 persen. Bersamaan upacara pembukaan Jambore PKH Tahun 2019, Wabup Wonogiri Edy Santosa berkenan mewisuda sebanyak 760 penduduk Wonogiri yang telah berhasil tergraduasi atau terentaskan dari lilitan kemiskinan. Keberhasilan Wonogiri dalam mengentaskan penduduk dari lilitan kemiskinan melalui PKH ini, menjadi prestasi tertinggi di Provinsi Jateng. Wabup juga menyerahkan hadiah kepada team work Wonogiri yang juga berpestasi sebagai peringkat tertinggi di Jateng, serta hadiah kepada personel pendamping PKH yang berprestasi, dan personel administrator teladan.

Gelar upacara pembukaan Jambore PKH Tahun 2019, diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti oleh dua ribu peserta. ”Mereka terdiri para KPM, personel pendamping PKH, para Tenaga Sosial Kecamatan (TSK) se Kabupaten Wonogiri beserta para tamu undangan,” jelas Asisten Sekda Wonogiri, Edi Sutopo. Turut hadir pula para Kepala Dinsos se Solo Raya. Edi Sutopo, menyatakan, dalam jambore ini ikut dilombakan paduan suara dan lomba mewarnai, lomba balita sehat, lomba stand pameran produk KPM, yang masing-masing diikuti oleh 25 kontingen dari 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri. Dalam kesempatan ini, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, berkenan memberikan jamuan makan dan minum bagi seluruh peserta jambore. Menu yang disuguhkan secara gratis di halaman Kantor Bupati, terdiri atas berbagai jenis kuliner seperti nasi rames, lontong, bakso dan es buah.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here