Bagikan
Tiga anggota Satlantas menjalani hukuman push up di hadapan Kasatlantas AKP Dwi Erna (berdiri kiri) dan Kasi Propam Iptu Supardi (berdiri kanan). Ini karena perlengkapan red light-nya mati.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kabag Ops Kompol Jaka Wibawa, menegaskan, para petugas pengamanan Pemilu 2019 hendaknya juga mewaspadai kemunculan orang asing di sekitaran Tempat Pemungutan Suara (TPS). Demikian ditegaskan Kompol Jaka Wibawa, ketika memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan Pemilu yang digelar di ruang pertemuan Alami Sayang, di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Dwi Erna Rustanti, Selasa (16/4), melakukan pengecekan kesiapan jajarannya dalam mendukung sukses pelaksanaan Operasi Mantab Brata pengamanan Pemilu 2019. Pengecekan dilakukan bersama Kasi Propam Iptu Supardi dan Kanit Regident Iptu Sugiharntoro, untuk memeriksa kelengkapan peralatan anggota. Dalam pengecekan ini, didapati ada 3 unit tongkat lampu red light pengaturan lalu lintas yang mati dan tidak berfungsi. Kepada ketiga anggota pemegangnya, dikenai sanksi push up.

Sesuai agenda yang telah dijadwalkan, pemungutan suara Pemilu serentak 2019, akan dilaksanakan Rabu (17/4). Terkait ini, Polres Wonogiri telah menurunkan sebanyak 802 personel, untuk melakukan pengamanan di 3.913 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 294 desa/kelurahan di 25 wilayah kecamatan se Kabupaten Wonogiri.

Senin siang (15/4), Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati selaku Kaopsres Operasi Mantab Brata, memimpin langsung apel pergeseran pasukan (Serpas) dalam rangka pengamanan TPS Pemilu 2019. Pelaksanaan apel digelar di halaman Mako Polres Wonogiri. Kepada semua personel yang terlibat Operasi Mantab Brata Pemilu 2019, diseru untuk dapat melaksanakan tugas pengamanan dengan baik, dan senantiasa menjunjung tinggi sikap netralitas sebagai anggota Polri.

”Dalam melaksanakan pengamanan, berkerjalah secara profesional, dan dapat bersinergi dengan baik bersama personel TNI maupun aparat dari instansi terkait,” pesan Kapolres sembari menambahkan, agar pelaksanaan pemungutan suara dapat berjalan dengan aman dan lancar. Ini, tambah Kapolres, merupakan tugas negara, yang harus dilaksanakan dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

Gelar apel Serpas pengamanan Pemilu 2019 juga diikuti seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres bersama para Kapolsek se Wonogiri. Paur Subag Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono, menyebutkan, sebanyak 802 personel kepolisian itu, diantaranya terdiri atas 575 anggota Polres Wonogiri ditambah 98 personel dari Polda yang di-BKO (Bawah Komando)-kan ke Polres Wonogiri, dan 79 orang Bintara Remaja (Baja) sebagai Pengendali Massa (Dalmas). Selepas apel, mereka langsung berangkat menuju tempat tugasnya masing-masing yang tersebar di 294 desa/kelurahan di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri.

Mereka akan bertugas bersama dengan 8.838 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) pengaman Pemilu 2019 di Kabupaten Wonogiri. Kepala Satpol-PP Linmas Kabupaten Wonogiri, Waluyo, menyatakan, sejumlah 7.826 personel akan fokus bertugas sebagai pengaman di 3.913 TPS. Kemudian 882 personel bertugas di tingkat PPS desa/kelurahan, berikut 100 personel bertugas di PPK kecamatan, dan di 30 personel bertugas di tingkat kabupaten.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here