Bagikan
Suasana menjelang pelaksanaan USBN di SD Pidekso 1 Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Para murid diajak berdoa bersama oleh Kepala Sekolah dan dimonitor oleh Babinsa.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Sebanyak 3.033 siswa di 43 SMP di Kabupaten Wonogiri, belum dapat menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Penyebabnya, karena di sekolahnya tidak memiliki perangkat komputer, dan kesulitan untuk menumpang ujian di SMK/SMA yang mempunyai laboratorium komputer. Berkaitan ini, mereka terpaksa masih menjalani Ujian Nasional Kertas Pensil (UNPK).

Mulai Senin (22/4), sebanyak 27.040 siswa di Kabupaten Wonogiri, secara serentak menjalani Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Perinciannya, sebanyak 13.354 siswa dari 143 SMP/MTs, dan sebanyak 13.686 siswa dari 819 SD/MI. Untuk siswa SMP/MTs menjalani UN selama 4 hari, dan bagi para murid SD menjalani USBN selama 3 hari, semuanya terhitung sejak Senin (22/4).

Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pidekso Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Sertu Bejo Sariyono, Senin (22/4), ikut memonitor pelaksanaan USBN di SDN 1 Pidekso Kecamatan Giriwoyo yang diikuti sebanyak 15 murid. SD 1 Pidekso dipimpin Kepala Sekolah (Kasek) Heni Prayitno, dengan mendapat Pengawas Guru Pawit Pratestyono dari SDN Gedongrejo, dan Guru Aris Dwi Laksito dari SDN 3 Tukulrejo. Jalannya pelaksanaan USBN berjalan baik dan lancar, tanpa diwarnai adanya kebocoran soal maupun kunci jawabannya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri, Siswanto, untuk UN jenjang SMP/MTs dipilah menjadi dua. Yakni para siswa yang mengikuti UNBK yang diikuti sebanyak 1.206 siswa dari 100 sekolah. Yakni terdiri atas sebanyak 9.115 siswa di 77 SMP dan sebanyak 1.206 siswa di 23 MTs. Selanjutnya yang mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) diikuti sebanyak 3.033 siswa dari 43 SMP.

Para murid yang menjalani UNKP, karena sekolah tidak memiliki perangkat komputer. Bagi para murid dari sejumlah SMP/MTs yang di sekolahnya belum memiliki perangkat komputer, ada yang berusaha menjalani UNBK dengan cara menumpang ke SMK/SMA terdekat yang memiliki laboratorium komputer. Seperti yang terjadi di Kecamatan Jatiroto misalnya, ada empat sekolah terdiri atas tiga SMP dan satu MTs, yang murid-muridnya menjalani UNBK dengan cara menumpang di laboratorium SMK Negeri 1 Jatiroto. Ini terlaksana, berkat adanya jalinan kerjasama dan kepedulian dari SMK Negeri 1 Jatiroto yang memiliki peralatan komputer lengkap.

UN untuk jenjang SMP/MTs berlangsung selama 4 hari mulai Senin (22/4) sampai dengan Kamis (25/4). Mata pelajaran (Mapel) yang diujikan, terdiri atas Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. Selanjutnya untuk USBN jenjang pendidikan SD/MI digelar selama 3 hari, mulai Senin (22/4) sampai dengan Rabu (24/4), dengan Mapel Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here