Bagikan
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati (tengah), memberikan keterangan dengan didampingi Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramadhani (kedua dari kanan), Kanit Propam Iptu Supardi dan Iptu Suwondo (kedua dari kesatu dari kiri).(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Ny Nurhayati Kustanti (41), tersangka pembunuh Anggota DPRD Sragen, Sugimin (51), terancam hukuman seumur hidup. Wanita yang berprofesi sebagai Dosen Bidang Studi Agroteknologi di Perguruan Tinggi (PT) Kahuripan, Kediri, Jatim, ini ditahan di Polres Wonogiri dan dijerat Pasal 340 Juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati didampingi Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramadhani, Rabu (24/4), menyatakan, dari hasil Laboratorium Forensik (Labfor) diketahui pada lambung korban terdapat racun. Hal ini terjadi, karena korban diberi racun tikus oleh tersangka, yang dimasukkan ke dalam kapsul obat antidiare. Korban adalah warga Karangnongko, Desa dan Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Tersangka dan korban disebutkan memiliki hubungan dekat, meskipun masing-masing telah berkeluarga memiliki suami, istri serta anak. Saat diperiksa, Tersangka Ny Nurhayati Kustanti, menyatakan tega memberikan racun tikus kepada korban, karena merasa dendam dan dalam tekanan serta ancaman. Korban yang petahana Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sragen, dan mencalonkan kembali pada Pileg 2019 tersebut, membutuhkan biaya untuk kampanye. Kepada tersangka, korban minta uang Rp 750 juta untuk biaya pencalegannya tersebut, tapi tidak diberi dan kemudian mengancam akan menculik anak tersangka.

Karena ancaman ini, mendorong Ny Nurhayati Kustanti, wanita kelahiran Wonogiri Tanggal 28 Juli 1978, itu kemudian tega memberikan racun tikus kepada korban. Dampak dari racun tikus tersebut, menjadikan Sugimin tewas dan mayatnya digeletakkan di depan kios sisi utara gedung SMP Negeri 1 Wonogiri, arah belakang rumah dinas Kapolres Wonogiri. Ini berlangsung dinihari bersamaan H-1 pemungutan suara Pemilu 2019 atau Selasa (16/4) lalu. Korban ditolong oleh Mugiono dan Nurwanto warga Lingkungan Kaloran, Kelurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, yang juga ayah dan suami tersangka.

Korban kemudian diangkut ke RSUD Wonogiri, dan dokter yang memeriksanya curiga kematiannya tidak wajar. Sebab pupil matanya mengecil dan ada busa di mulutnya.Terkait ini, kemudian dilakukan outopsi dan pemeriksaan Labfor. Polisi mengamankan barang bukti dompet hitam milik korban, satu saset obat antidiare merk Diapet isi 2 (dua) kapsul dan sebuah mobil Isuzu Panther seri Grand Touring Tahun 2002 dengan plat nomor AD 9210 RE.

Sebagai dosen, Ny Nurhayati Kustanti, menyandang gelar Magister Pertanian. Bahkan disebut-sebut tersangka kini tengah dalam dalam proses menyelesaikan pendidikan S3 untuk meraih gelar Doktor dari UNS Sebelas Maret Surakarta. Sesuai data di KTP-nya, dia adalah warga Lingkungan Kaloran RT 1/RW 6, Kleurahan Giritirto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri. Tapi memiliki alamat domisili di Lingkungan Gunung Kukusan, Kelurahan Giriwono, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, serta di Perumahan Griya Purwosari Asri, Dusun Pelem, Desa Purwosari, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here