Bagikan
KPU Kabupaten Wonogiri Kamis (2/5) mulai menggelar rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019. Rapat dilaksanakan di Griya Saraswati ini, dipimpin Ketua KPU Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Kamis (2/5), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri pimpinan Toto Sihsetyo Adi, mulai menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Pemilu 2019 di Griya Saraswati, Brumbung, Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Rapat dijadwalkan akan berlangsung 3 hari sampai dengan Sabtu (4/5) mendatang. Meski demikian, telah muncul prediksi bahwa sebanyak 9 dari 16 Parpol peserta Pemilu 2019 yang gagal mendapatkan kursi di lembaga DPRD Wonogiri, dan hanya enam Parpol saja yang memperoleh kursi untuk periode lima tahun mendatang.

Rapat pleno rekapitulasi KPU, ditandai dengan acara pembukaan yang dihadiri jajaran Forkompinda Kabupaten Wonogiri bersama para pejabat terkait lainnya termasuk dari Bawaslu berserta para saksi dari masing-masing Parpol. Sekretaris KPU Kabupaten Wonogiri, Supardi, menyatakan, rekapitulasi dilakukan dengan merekap hasil perhitungan suara dari 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri, yang telah disampaikan oleh 25 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Jadwalnya, pada hari pertama melakukan rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu 2019 dari 8 kecamatan, hari kedua sebanyak 9 kecamatan, dan hari ketiga sebanyak 8 kecamatan.

Paling awal yang dilakukan rekapitulasi oleh KPU, Kamis (2/5), adalah laporan rekapitulasi Pemilu yang disampaikan oleh PPK Pracimantoro. Prosesnya diawali dengan pembukaan segel dan gembok kotak suara serta pengeluaran dokumen hasil rekapitulasi dari PPK Pracimantoro. Rekapitulasi KPU hasil Pemilu 2019 Kabupaten Wonogiri, paling cepat baru dapat diketahui setelah tiga hari mendatang, yaitu seusai proses rekapitulasi yang dilakukan melalui rapat pleno KPU Kabupaten Wonogiri.

Walau demikian, masing-masing pengurus Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Wonogiri, telah membuat prediksi perolehan kursi di DPRD Wonogiri untuk masa bakti 2019-2014 mendatang. Mereka membuat prediksi perolehan kursi dengan mendasarkan hasil perhitungan sementara. Hasilnya, ada sembila Parpol yang gagal mendapatkan krusi dan hanya enam dari 16 Parpol peserta Pemilu 2019 yang memperoleh kursi di lembaga DPRD Wonogiri untuk masa bakti lima tahun mendatang.

Parpol yang mendapatkan kursi, terdiri atas PDI Perjuangan sebanyak 29 kursi, Partai Golkar 8 kursi, Partai Gerindra dan PKS masing-masing 4 kursi, PKB dan PAN masing-masing 3 kursi. Total kursi di DPRD Wonogiri untuk periode 2019-2014 sebanyak 50 kursi. Jumlah ini terhitung meningkat 5 kursi, dibandingkan dengan jumlah kursi untuk periode 2014-2019. Ke 50 kursi tersebut dialokasikan di 5 Daerah Pemilihan (Dapil). Terdiri atas 11 kursi untuk Dapil 1, berikut masing-masing 10 kursi untuk Dapil 2, 3 dan 4, serta 9 kursi di Dapil 5. Walau ada penambahan 5 krusi, tapi ada 3 Parpol yang terpental dari DPRD Wonogiri. Yakni PPP dan Partai Nasdem, yang pada periode 2014-2019 masing-masing memilik 1 kursi, berikut Partai Demokrat yang sebelumnya mendapatkan 4 kursi.

Pada Pemilu 2019, PDI Perjuangan merebut kemenangan gemilang di Wonogiri. Parpol berlambang kepala banteng moncong putih ini, mendapatkan 28 kursi dan menjadi kekuatan yang mendominasi secara mayoritas di lembaga DPRD Wonogiri untuk lima tahun mendatang. Sebelumnya, PDI Perjuangan hanya memperoleh 13 kursi di DPRD Wonogiri.

Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Setyo Sukarno, sebanyak 28 kursi itu diperoleh masing-masing 6 kursi di Dapil1, 2, 3 dan 4 serta sebanyak 4 kursi di Dapil 5. ”Totalnya 28 kursi,” tegas Setyo Sukarno yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri. Ketua DPD Partai Golkar Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji, menyebutkan, perolehan 8 kursi kali ini terhitung menyusut, karena pada Pemilu 2014 lalu mendapatkan 10 kursi dan menjadi kedua terbesar di lembaga DPRD Wonogiri.

Delapan kursi Partai Golkar hasil Pemilu 2019, diperoleh masing-masing 2 krusi di Dapil 1, 2 dan 3, serta masing-masing 1 kursi di Dapil 4 dan 5. Selanjutnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra kali ini masing-masing memperoleh 4 kursi. Bagi PKS, perolehan 4 kursi kali ini terhitung menyusut 2 kursi, karena hasil Pemilu 2014 lalu mendapatkan 6 kursi dan menjadi kekuatan terbesar ketiga di DPRD Wonogiri. Empat kursi PKS diperoleh di Dapil 1, 3, 4 dan 5.

Perolehan kursi PAN kali ini juga menyusut, dari semula 4 menjadi 3 kursi. Sekretaris DPD PAN Kabupaten Wonogiri, Abdul Karim, menyebutkan, perolehan 3 kursi kali ini didapat maisng-masing 1 kursi dari Dapil 1, 2 dan 5. ”Kami hanya mendapatkan tiga kursi,” jelas Abdul Karim. Ketiga kursi itu akan diduduki oleh Sardi dari Dapil 1, Yekti Dewi Basuki dari Dapil 2 dan Iskandar dari Dapil 5, yang ketiganya adalah Caleg petahana.

Lonjakan perolehan kursi kali ini terjadi pada PKB, semula hanya satu kini mendapatkan 3 kursi. Ketua dan Sekretaris PKB Wonogiri, Muchlas dan Witanto, menyebutkan, tiga kursi perolehan PKB di DPRD Wonogiri hasil Pemilu 2019, dimenangi oleh petahana Caleg Suparmo dari Kecamatan Jatirito, berserta dua Caleg baru Sunarno dari Kecamatan Purwantoro dan Abdulah dari Kecamatan Pracimantoro.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here