Bagikan
Polres Wonogiri bekerjasama dengan Polsek Slogohimo, mengamankan barang bukti kasus ilegal logging tindak pidana pencurian kayu hutan.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Tim Satreskrim Polres Wonogiri pimpinan Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramadhani, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian kayu hutan jenis ilegal logging. Berkaitan perkara pembalakan liar ini, petugas berhasil menangkap dua orang tersangka, yang keduanya diduga sebagai pelaku pencurian kayu hutan milik negara di wilayah Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati dan Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramadhani, melalui Paur Subag Humas Aipda Iwan Sumarsono, Selasa (7/5), menyebutkan, kedua tersangka pelaku yang ditangkap terdiri atas Riyanto (34) dan Sarimo (57), keduanya penduduk Dusun Tumpang RT 1/RW 6, Desa Padarangin, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Bersama penangkapan kedua tersangka, polisi juga menyita alat bukti berupa 18 glondong kayu jenis Sonokeling dan satu buah gergaji panjang jenis pemotong (granthangan).

Kedua tersangka, ditangkap setelah polisi menerima laporan tentang dugaan tindak pidana pencurian kayu hutan dari Saksi Agus Suhartono (44), sebagaimana tercantum dalam laporan polisi Nomor: LP/A/41/V/2019/Jateng/Res Wi Tanggal 02 Mei 2019. Kronologinya, Rabu (2/5) pukul 15.00, Anggota Polres Wonogiri mendapat informasi bahwa telah terjadi penebangan pohon di kawasan hutan negara milik Perhutani. Hasil tebangannya, kemudian disimpan di rumah Tino.

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polres Wonogiri menjalin koordinasi dengan Polsek Slogohimo, untuk melakukan penyelidikan. Buntutnya, berhasil mendapatkan temuan barang bukti sebanyak 18 potong kayu glondong jenis Sonokeling yang berada di teras rumah Tino. Guna menindaklanjuti penanganan, kedua tersangka bersama kelengkapan alat buktinya dibawa ke Mapolres Wonogiri. Sebagai tersangka, keduanya dijerat memakai Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor: 18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Yang dalam Pasal 82 disebutkan, sanksi pidananya paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here