Bagikan
Wakil Wali Kota Windarti Agustina bersama Forpimda Kota Magelang meninjau pemeriksaan kesehatan terhadap sopir bus angkutan Lebaran, (SMNet.Com/dok)

 

MAGELANG- Ketersediaan gas elpiji cukup sampai akhir Juni 2019. Stok elpiji di agen Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Jalan Piere Tendean, Kota Magelang, sebanyak 170.120 baik untuk persediaan elpiji reguler maupun tambahan.

Hal itu diterangkan Wakil Wali Kota Windarti Agustina ketika bersama Forpimda Kota Magelang meninjau kesiapan di berbagai lokasi menyambut Lebaran, Rabu (29/5).

Lokasi yang ditinjau antara lain pasar, agen elpiji, perusahaan bus, Terminal Tidar dan toko swalayan. Di Perusahaan Otobus (PO) Handoyo  dan Terminal Tidar di Jalan Soekarno-Hatta, baik kru maupun armada siap mengangkut pemudik maupun barang.

Windarti mengimbau masyarakat untuk memakai gas elpiji sesuai peruntukkannya. Yakni elpiji ukuran 3 kilogram untuk warga kurang mampu, sedang elpiji 5 dan 12 kilogram (pink/biru) untuk warga mampu atau pengusaha.

‘’Sampai akhir Ramadan dan Idul Fitri tidak perlu khawatir, asal gas digunakan sesuai peruntukannya. Kalau warga berpenghasilan rendah, warga miskin, pakai gas melon. Yang mampu ya harus punya pride, harga diri untuk tidak menggunakan yang bukan peruntukkannya,’’ pintanya.

Mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Magelang itu mengatakan, kotanya  siap menyambut Idul Fitri 1440H/2019, keadaannya aman dan terkendali. Harga-harga masih dalam jangkauan.

‘’Ibu-ibu tadi juga mengatakan harga masih bagus, naik Rp 500 – Rp 1.000 itu wajar. Semua memanfaatkan momen ini untuk sama-sama mencari rezeki,’’ katanya disela peninjauan.

Saat meninjau PO Handoyo dan Terminal Tidar, dia menerangkan, kesiapan sudah bagus tapi kadang ada sopir yang kesehatannya perlu dikontrol, ada yang tensinya tinggi.

‘’Ini bisa karena kurang istrihat. Tapi tadi ada yang dirujuk ke puskesmas, dikasih obat, disuruh istirahat sebentar dan siap untuk mengemudi lagi,’’ terangnya.

Saat meninjau Pasar Kebonpolo di tempat itu tidak ditemukan barang ataupun makanan yang menggunakan bahan-bahan berbahaya. Ini dikuatkan dari hasil uji laboratoris yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan Kota Magelang.

‘’Alhamdulillah tidak menemukan barang-barang yang menggunakan bahan pengawet. Semua kondisi bagus dan layak dikonsumsi. Utamanya tadi ada mie, kalau mi basah mungkin ada pengawet atau apa ,tapi ternyata hasil tesnya bagus,’’ ungkapnya. (SMNet/Doddy Ardjono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here