Bagikan
Sebagai khotib salat Ied, Ketua PD Muhamadiyah Wonogiri, Kusman Toha, tampil di mimbar menyampaikan kotbah salat Idul Fitri 1440 H.(SMNet.Com/bp)

WONOGIRI – Ketidakjujuran akan mendatangkan ketidakbahagiaan, dan dapat menjadi sumber kehancuran bangsa.Sebaliknya, kejujuran menjadi pangkal untuk meraih kemakmuran, meraih keadilan, dan meraih kemajuan bangsa. Jujur menjadi sumber kebaikan, menuju hidup bahagia dan meraih surga.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhamadiyah Wonogiri, Drs H Kusman Toha MPd, Rabu pagi (5/6), menegaskan masalah tersebut saat tampil menjadi khotib dalam salat Idul Fitri 1440 H di depan Makodim 0728 Wonogiri. Kusman, yang juga menjabat sebagai Ketua PD Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Wonogiri, mengajak jamaah salat Ied untuk dapat menjadikan nilai-nilai kejujuran sebagai pembentukan karakter dalam berbangsa dan bernegara. ”Melalui saum di Bulan Ramadan, umat Islam menjalani pengendalian diri untuk menumbuhkan karakter yang jujur,” tegasnya.

Sebulan menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadan, tandas Kusman, menjadikan pribadi-pribadi umat meningkat ketakwaannya, menjadi insan yang mutakin, dalam upaya menggapai peningkatan nilai-nilai kebaikan. Ibarat ulat yang menjalani puasa untuk menjadi kempompong, sebelum kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

Kusman, menegaskan, ketidakjujuran hanya akan melahirkan ketidakbahagiaan, menjadikan negara tidak makmur dan tidak adil. Ketidakjujuran melahirkan koruptor, penjahat, penipu, pencopet. Terkait dengan pasca-Pemilu serentak 2019, Kusman, mengatakan, pesta demokrasi di Tanah Air tersebut telah diwarnai dengan adanya ketidakpuasan dari sebagian bangsa. Menyikapi hal ini, diserukan kepada semua umat untuk mampu merajut kembali benang yang kusut, tetaplah bersikap teguh dalam membangun kebersamaan, demi persatuan dan kesatuan bangsa. ”Mantapkan ukhuwah Islamiah dan hindari konflik. Ingatlah hidup kita tidak lama,” tegasnya.

Di wilayah Wonogiri Kota oleh Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Wonogiri, Rabu (5/6), digelar salat Ied serentak di lima lokasi. Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri, Ustadz Mursyidi Muhamad, menyatakan, lima lokasi yang ditetapkan PHBI untuk salat Ied tersebut berada di halaman Masjid Besar At Taqwa depan Kantor BupatiĀ  Wonogiri, di Lapangan Pringgondani Wonokarto, di Lapangan Bantarangin Wonoboyo, di Lapangan Sukorejo depan Polres Wonogiri yang lama, dan di depan Makodim 0728 Wonogiri.

Tampil menjadi khotib di salah Ied yang digelar di halaman Masjid Besar At Taqwa Wonogiri adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri, Drs Subadi MSi. Kemudian salat Ied di depan Makodim 0728 Wonogiri, menampilkan khotib Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhamadiyah Kabupaten Wonogiri, Drs Kusman Thoha MPd, dan Imam Muhamad Yusyfarijal Ma’ruf.

Kemudian salat Ied di Lapangan Sukorejo, menampilkan Khotib Agung Syaifullah Umar LC dan Imam Dahlan Alwi. Untuk salat Ied di Lapangan Pringgondani Wonokarto menampilkan Imam Jumadi LC dan Khotib Seno Hadi Sumitro. Salat Ied di Lapangan Bantarangin Wonoboyo, Imam dipercayakan kepada Abdi Sambodo Al Hafidz dan Khotib Drs H Aliudin. Untuk imam dan khotyib di Lapangan Sukorejo dipercayakan kepada Muhamad Yusfarijal Ma’rufm dan Dahlan Alwi.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here