Bagikan
Wahyudi, Pengurus DPD PKS Wonogiri yang juga simpatisan Aksi 212, menyerukan agar masyarakat tidak ikut-ikutan demo ke MK Jakarta.

WONOGIRI – Sejumlah tokoh di Kabupaten Wonogiri, menyerukan, agar masyarakat terlebih lagi umat Islam, tidak mudah terprovokasi untuk ikut-ikutan melakukan aksi protes demo massa. Utamanya yang berkaitan dengan sengketa Pemilihan Presidan (Pilpres), yang kasusnya tengah dibawa ke Makamah Konstitusi (MK) Jakarta.

Seruan ini, Kamis (13/6), disampaikan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wonogiri, Wahyudi, Ketua Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Wonogiri, Muhamad Sudarso, Tokoh Banser NU Wonogiri, Suyat, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wonogiri, I Gede Putu Suprapta.

Wahyudi, yang juga simpatisan aksi 212, menegaskan, sejauh ini dari DPP PKS pusat belum ada imbauan untuk pengerahan massa ke MK, atau untuk melakukan aksi-aksi protes lainnya, yang berkait dengan sengketa Pilpres 2019. ”Sesuai arahan dari pusat, kami menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum yang ditunjuk, dan keputusannya menyerahkan kepada MK,” ujar Wahyudi yang berprofesi pendidik, terkait dengan tugasnya sebagai guru di Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Wonogiri.

Mewakili pengurus DPD PKS Wonogiri, Wahyudi, menyerukan, para kader dan simpatisan PKS untuk tenang dan tetap terkondisikan di Wonogiri. Karena, tambahnya, memang sampai saat ini tidak ada arahan untuk melakukan aksi-aksi untuk ikut memberi tekanan dalam gugatan Pilpres.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua PHDI Kabupaten Wonogiri, I Dewa Putu Suprapta, mengimbau kepada seluruh umat Hindu untuk tidak berangkat ke Jakarta menghadiri sidang sengketa Pilpres. ”Imbauan ini kami sampaikan, karena kami tidak ingin terjadi aksi kerusuhan terkait sengketa Pilpres 2019. Mari kita hormati apapun hasil yang diputuskan MK,” tegasnya, sembari menambahkan tidak perlu ada aksi yang justru memancing keributan.

I Dewa Putu Suprapta, juga meminta kepada seluruh warga Wonogiri, untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang justru dapat memecah belah persatuan dan kesatuan, serta tidak usah ikut-ikutan untuk demo ke Jakarta seperti yang terjadi pada tanggal 22 Mei lalu.

”Lebih baik fokus kerja, cari nafkah buat keluarga, nggak usah ikut-ikutan terhadap hal-hal yang tidak jelas, yang justru dapat meresahkan masyarakat,” tegas I Dewa Putu Suprapta. Penegasan sama, juga disampaikan oleh Tokoh Banser NU Wonogiri, Suyat, dan Ketua MMI Wonogiri, Muhamad Sudarso. ”Demi NKRI, kami komponen Banser NU tidak akan ikut-ikutan ke Jakarta,” tegas Suyat. ”Bersikaplah arif dan bijaksana, jangan ikut-ikutan ke Jakarta, karena dapat memecah belah umat. Jaga persatuan dan kesatuan bangsa, jaga NKRI,” tandas Sudarso.

Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, mengapresiasi terhadap apa yang diserukan oleh para tokoh masyarakat tersebut, yang tidak sepakat terhadap kemunculan aksi yang berkaitan dengan sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019.

”Kami sebagai aparat kepolisian, sangat mengapresiasi atas dukungan seluruh tokoh dan warga masyarakat Wonogiri, yang sama-sama menjaga kondusivitas Wonogiri,” tegas Kapolres AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, sembari berharap agar masyarakat Indonesia nantinya dapat menghargai keputusan MK.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here