Bagikan
Ketua DPRD Wonogiri, Sunarmin didampingi Sekretaris DPRD Gatot Siswoyo (kedua dan kesatu dari kanan), menerima cenderamata miniatur Kapal Pinishi dari Kasubag Protokol DPRD Kota Makassar, Puspawari Haera (kedua dari kiri).(SMNet.Com/bp)

MAKASAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggaji para Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Rukun Warga (RW), pemandi jenazah dan muazin serta imam masjid. Barangkali ini menjadi hal yang kiranya jarang ditemukan di Tanah Air. Gaji bulanan untuk para Ketua RT Rp 1 juta, Ketua RT Rp 1,2 juta, selanjutnya para pemandi mayat, muazin dan imam masjid masing-masing digaji Rp 250 ribu per bulan.

Kasubag Protokol dan Kasubag Humas DPRD Kota Makassar, Puspawari Haera dan Akbar Rasjid, menjelaskan hal ini ketika menerima kunjungan Pimpinan DPRD Wonogiri bersama rombongan, ketika melakukan studi banding ke DPRD Kota Makassar. Rombongan dipimpin Ketua DPRD Setyo Sukarno didampingi Wakil Ketua Sunarmin, Basriyono dan Dekik Suhardono. Turut serta dalam kunjungan studi banding ini, Sekretaris Dewan (Sekwan) Gatot Siswoyo, Kabid Persidangan Sutopo, Kasubag Humas Amin Nugroho, Kasubag Risalah Takari, Kasubag Keuangan Hati Mulyani, sejumlah staf Sekwan serta para awak media Wonogiri.

Agenda studi banding ini dilakukan selama 4 hari, sejak Minggu (16/6) sampai dengan Rabu (19/6). Kecuali ke DPRD Kota Makassar, rombongan juga melakukan studi banding ke Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel. Dikatakan oleh Ketua DPRD Wonogiri, Setyo Sukarno, studi banding dilakukan dalam upaya mencari referensi tentang kemitraan lembaga DPRD dengan media massa. ”Tanpa peran media massa, pelaksanaan tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) lembaga legislatif, tidak dapat terpublikasikan secara luas ke masyarakat,” tandas Setyo Sukarno.

Menurut Kasubag Humas DPRD Kota Makassar, Akbar Rasjid, kemitraan lembaga legislatif dengan para awak media telah terjalin dengan baik. ”Setiap tahun, kami bersama rekan-rekan wartawan juga melakukan kunjungan studi banding,” ujarnya. DPRD Kota Makasar, juga aktif mengunggah informasi kegiatan Dewan ke media sosial (Medsod), dengan mengembangkan penyiaran informasi melalui Ajama (Ajang Aspirasi Masyarakat). ”Kami juga aktif menggelar diskusi publik, mensosialisasikan produk Perda, serta membangun keakraban melalui acara ngopi bersama,” tutur Akbar Rasjid, sembari menambahkan ada 21 wartawan dari media cetak, eletronik dan media online, yang aktif melakukan liputan di DPRD Kota Makasar.

Di Tahun 1971 sampai dengan Tahun 1999, Kota Makassar dikenal dengan sebutan Ujung Pandang. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibu kota Negara Indonesia Timur, dan tumbuh menjadi salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta dan Surabaya.

Kota Makassar memiliki wilayah seluas 199,26 Kilometer (Km) persegi dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa lebih. Secara demografis tergolong sebagai kota tipe multi-etnik dan multi-kultur, dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, yakni Suku Makssar, Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa dan Tionghoa. ”APBD Kota Makassar sebesar Rp 4,1 triliun, dengan PAD (Pendapatan Aseli Daerah) Rp 1,5 triliun. Untuk Tahun 2019 ini, PAD-nya ditargetkan meningkat meningkat menjadi Rp 1,9 triliun,” ujar Puspawari Haera, sembari menyebutkan Kota Makassar memiliki 15 kecamatan dan 153 kelurahan.

Saat berkunjung ke DPRD Kabupaten Gowa, rombongan Wonogiri diterima oleh Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gowa, Rapiuddin Raping bersama Kabag Umum DPRD setempat, M Firdaus dan Kabag Persidangan Sukadi. Kabupaten Gowa, terdiri 18 kecamatan, berpenduduk 800 ribu jiwa lebih dengan APBD sebanyak Rp 1,9 triliun dan PAD Rp 200 miliar. ”Ada 15 wartawan tergabung dalam Forwa (Forum Wartawan Gowa) yang aktif melakukan liputan di Gowa,” jelas Sekretaris Forwa, Muchtar Suma, awak Radio Rewako Gowa, yang ikut hadir menerima rombongan Wonogiri.(SMNet.Com/bp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here