Bagikan
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito bersama Wakil Wali Kota Windarti Agustina mengikuti senam massal program 'Kotaku', (SMNet.Com/Doddy Ardjono)

 

MAGELANG- Kota Magelang harus tambah bersih dan baik, termasuk terbebas dari kawasan kumuh. ‘’Bersih dan baik ini tidak hanya di permukaan saja, tapi benar-benar terealisasi hingga ke hal-hal terkecil,’’ pinta Wali Kota Sigit Widyonindito.

Dia meminta itu pada acara senam massal program ‘Kota Tanpa Kumuh’ (Kotaku) di Taman Badaan, beberapa hari lalu.

Sigit juga meminta lingkungan kampung dan perumahan juga harus bersih. ‘’Program Kotaku ini sangat bagus dan kita harus berperan aktif. Programnya bagus, tapi kalau warganya diam saja ya percuma. Lingkungan tidak akan bersih dan kawasan kumuh tetap ada,’’ tegasnya.

Masyarakat  diminta menjadi motor untuk menggerakkan budaya kebersihan di lingkungan masing-masing.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang Handini Rahayu mengatakan, kota ini ditarget bebas kawasan kumuh pada akhir 2019. Ini sejalan dengan program Kotaku yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak 2016.

Pihaknya mencatat pada tahun 2016 kawasan kumuh di Kota Magelang mencapai 121,17 hektar. Dana sekitar Rp 7,4 miliar dikucurkan untuk mengatasi persoalan tersebut.
‘’Kami sudah melakukan program Kotaku di 17 kelurahan di kota ini. Hingga akhir tahun nanti kami targetkan tuntas seiring dengan skema 100-0-100. Yakni 100 persen akses air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen askes sanitasi,’’ kata   Handini.

Dia menuturkan, sejak program dijalankan hingga tahun 2019  kawasan kumuh menyusut tinggal 37,201 hektar. Kawasan tersebut tersebar di empat kelurahan, yakni Potrobangsan, Rejowinangun Selatan, Rejowinangun Utara dan Tidar Utara. Setiap kelurahan memiliki luasan kawasan kumuh yang bervariasi.  ‘’Kami akan fokus pada penanganan di empat kelurahan tersebut dengan dana sebesar Rp 4 miliar,’’ ujar Dini panggilan akrabnya.

Menurutnya,  setidaknya terdapat tujuh indikator yang harus diperhatikan untuk menangangi kawasan kumuh. Antara lain  bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan dan pengamanan kebakaran.

Pihaknya terus melakukan berbagai langkah agar target itu terpenuhi. Salah satunya dengan kegiatan senam massal yang diselingi sosialisasi program Kotaku. Sebab, penanganan kawasan kumuh juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Senam massal program Kotaku diikuti Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan wakilnya Windarti Agustina, sejumlah pejabat serta ratusan warga dari berbagai kalangan. (SMNet.Com/Doddy Ardjono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here